Sejarah ARC ITB

Alkisah, di tahun 1970-an, ketika udara ITB masih sangat dingin munculah beberapa orang anak pramuka yang tertarik dengan kegiatan Radio Amatir (kegiatan nge-break dengan HT). Kemudian anak-anak pramuka ini berkumpul dan tercetuslah ide untuk mendirikan suatu unit mandiri yang lebih mengkhususkan diri ke arah Radio Amatir. Akhirnya, terbentuklah Amateur Radio Club ITB, unit yang sekarang menjadi tulang punggung jaringan di ITB.

Hari berlalu, tahun berganti, anak-anak ini semakin bersemangat dalam memperdalam ilmunya, sehingga timbul ide untuk memasang antena yang operasional. Tapi sayang seribu sayang, masalah itu terbentur oleh dana yang terbatas.

logo ARC tahun 70an
logo ARC tahun 70an

Ternyata para tetua ARC ini tidak putus asa. Pada suatu hari (sayang, tanggalnya tidak diketahui) datanglah bala bantuan dari Orari pusat dan pihak Rektorat ITB. Bantuan itu tidak disia-siakan. Dengan segenap tenaga, para sesepuh ini berhasil membeli dan memasang serta mengoperasikan Antenna Groundstation pertama di ITB. Konon, Antenna itu dapat dipakai untuk berkomunikasi dengan satelit yang ada di luar angkasa.

Pada akhir abad 20, dunia Radio Amatir sudah mulai ditinggalkan oleh kawula muda. Apalagi dengan berkembangnya teknologi Internet. Anak-anak muda ARC pun mulai merambah mainan komunikasi¬Ě mereka yang baru, yaitu jaringan komputer dan berbagai aplikasinya. Akhirnya, karena banyaknya minat ke arah ini, Amateur Radio Club ITB memutuskan untuk membentuk dua divisi baru, Divisi Network dan Divisi Web.

Pada saat itu pula, datanglah tawaran kerjasama dari AIII-Jepang kepada pihak ITB mengenai pengadaan internet di kampus. ITB menyetujuinya, dan tentu saja ITB membutuhkan tenaga untuk membangun jaringan kampus. ARC menjawab kebutuhan itu dengan mengikutsertakan anggotanya dalam pembangunan jaringan kampus ITB.

logo arc saat ini
logo ARC saat ini

Sebagai rasa terima kasih, ITB memberikan fasilitas kepada ARC untuk mengakses internet secara gratis dan leluasa serta layanan e-mail dan domain gratis. Sampai saat ini, unit kemahasiswaan yang dapat mengakses internet secara gratis dan leluasa baru Amateur Radio Club ITB.